Arends & Kilcher (2010: 233)
“creative thinking is another type of thinking of interest to educators. This type of thinking is normally associated with cognitive skills and abilities for coming up with novel solution to problem situations". Maknanya berpikir kreatif adalah salah satu jenis berpikir yang sangat menarik dimana terkait dengan keterampilan kognitif dan kemampuan menemukan solusi baru untuk suatu masalah
Anja Bockers et al. (2014)
Creativity is the ability to think divergently based on fluency, flexibility, and uniqueness of thinking, sensitivity to problems, and redefining and refining existing ideas. Berpikir kreatif adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan hal-hal yang baru, dapat berupa ide, pemikiran, atau pemahaman. Seseorang yang berpikir kreatif harus menjadi fleksibel dan mampu menggabungkan konsep-konsep yang berkorelasi dengan permasalahan realitas kehidupan.
Eragamreddy (2013: 124)
Kemampuan berpikir kreatif dibutuhkan karena dalam berbagai situasi baik di sekolah ataupun diluar sekolah siswa membutuhkan kemampuan berpikir kreatif guna mempelajari strategi-strategi untuk mengidentifikasi masalah, membuat keputusan, dan menemukan solusi dari suatu masalah
Firmender, j. M., Dilley, A., Amspaugh, C., Field, K., Lemay, S., & Casa, T. M. (2017:206)
Creativity is a vital part of advanced mathematical reasoning. Creative thinking [in mathematics] might be defined as a combination of logical thinking and divergent thinking which is based on intuition but has a conscious aim. As in other domains, originality, fluency, and flexibility are inherent to creativity in mathematics. These are demonstrated through divergent thinking and require the elaboration of ideas that are many, varied, and unique. Kreativitas adalah bagian penting dari penalaran matematis tingkat lanjut. Berpikir kreatif [dalam matematika] dapat didefinisikan sebagai kombinasi pemikiran logis dan pemikiran divergen yang didasarkan pada intuisi tetapi memiliki tujuan yang disadari. Seperti di domain lain, orisinalitas, kelancaran, dan fleksibilitas melekat pada kreativitas dalam matematika. Ini ditunjukkan melalui pemikiran yang berbeda dan membutuhkan penjabaran ide yang banyak, beragam, dan unik.
Mrayyan, s (2016:83)
Creative thinking in mathematics: mental activity is directed towards the formation of a new mathematical relationships beyond the known relations for students in math, and these new relationships reflect the ability of two types of verbal fluency and intellectual ability, flexibility, originality, and the ability of explanations. Berpikir kreatif dalam matematika: aktivitas mental diarahkan pada pembentukan hubungan matematis baru di luar hubungan yang diketahui siswa dalam matematika, dan hubungan baru ini mencerminkan kemampuan dua jenis kefasihan verbal dan kemampuan intelektual, fleksibilitas, orisinalitas, dan kemampuan menjelaskan
Birgili, (2015:72)
Ada tiga dimensi pemikiran kreatif sebagai synthesising (sintesis), articulation (artikulasi) dan imagination (imajinasi) yang memiliki kualitas sebagai berikut :
1. Synthesising: dimensi ini mencakup berbagai aktivitas seperti memperoleh manfaat dari pemikiran analogi, penyimpulan hasil orisinal dari bagian-bagian kecil, menyajikan saran-saran baru dan otentik untuk pemecahan masalah.
2. Articulation: dimensi ini melibatkan pembentukan pengetahuan lama dan baru atau memperluas pengetahuan saat ini dengan bantuan yang baru, membangun hubungan yang tidak biasa untuk menghasilkan solusi yang benar dan membuat pemikiran menjadi konkret dengan bantuan imajinasi dan penggunaan bahan.
3. Imagination: dimensi ini terdiri dari membangun hubungan antara pemikiran yang valid dan terpercaya, menampilkan cara berpikir yang fleksibel dengan bantuan imajinasi, untuk memunculkan wawasan yang berbeda selama proses pembentukan ide.
Levenson, e., swisa, r., & Tabach, m. (2018:7,8,9)
Kemampuan berpikir kreatif sering ditandai oleh tiga komponen yaitu kelancaran, fleksibilitas, dan orisinalitas. Kelancaran diukur dengan menghitung jumlah solusi yang benar untuk suatu masalah. Sementara fleksibilitas mengacu pada jumlah pendekatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan orisinalitas dapat merujuk pada ide yang baru atau berbeda dari biasanya.