Mruk, (2006),
Self-esteem adalah sikap seseorang yang didasarkan pada persepsinya tentang bagaimana ia menghargai dan menilai dirinya sendiri secara keseluruhan, baik berupa sikap positif maupun negatif terhadap dirinya sendiri.
Lestari dan Yudhanegara, (2018 : 96)
Self-esteem is defined as authentic when a person exhibits a positive level of competence and a congruent, positive feeling of worthiness. Penghargaan diri sejati dipertimbangkan ketika seseorang menunjukkan tingkat kompetensi yang positif dan rasa harga diri yang tepat dan positif.
Mruk, (1995)
Self-esteem adalah serangkaian sikap individu tentang bagaimana perasaan mereka tentang diri mereka sendiri berdasarkan perasaan yang dirasakan, yaitu perasaan tentang harga diri dan kepuasan.
Guindon (2010: 12)
Komponen dari self-esteem ada dua yaitu:
Global self esteem
Global self-esteem merupakan perkiraan keseluruhan harga diri secara umum. Global self-esteem memiliki ciri yaitu tingkat penerimaan diri atau rasa hormat terhadap diri sendiri, sifat atau kecenderungan yang relatif stabil dan bertahan, terdiri dari semua ciri dan karakteristik bawahan di dalamnya diri.
Selective self esteem
Selective self-esteem merupakan evaluasi sifat, kualitas spesifik dan penyusun dalam diri, kadang-kadang variabel situasional dan sementara, yaitu ditimbang dan digabungkan menjadi keseluruhan evaluasi diri, atau menghargai diri.
Dawn R (2018:20)
Self-esteem is regarded as the evaluative component of self-concept and is commonly referred to as the extent to which one prizes, values, and approves or likes himself.
Harga diri dianggap sebagai komponen evaluatif dari konsep diri dan umumnya disebut sebagai sejauh mana seseorang menghargai, menghargai, dan menyetujui atau menyukai dirinya sendiri.
Pratt, & Bucci (2015:1)
Self-esteem dicirikan sebagai individu yang mengevaluasi dirinya sendiri, rasa kompetensi individu, dan nilai pribadi seseorang dalam menghadapi tantangan hidup.
Tafarodi & Swann (1995 :324-325)
Social worth and competence have long been considered the two axes of self-esteem.
Self-liking is the part of self-esteem that is clearly socially dependent
Self-competence is the overall sense of oneself as capable, effective, and in control
Nilai dan kompetensi sosial telah lama dianggap sebagai dua sumbu self-esteem.
Self-liking / Menyukai diri sendiri adalah bagian dari harga diri yang jelas bergantung secara sosial
Self-competence / Kompetensi diri adalah keseluruhan perasaan menjadi kompeten, efektif, dan terkendali.
jadi, dapat disimpulkan bahwa Self esteem adalah komponen sikap dan evaluasi diri bahwa individu tersebut berharga terhadap kompetensi yang dimilikinya.